Kulturelle Identität stärkt das Gemeinschaftsgefühl. - Identitas budaya memperkuat rasa komunitas.
Kulturelle Identität stärkt das Gemeinschaftsgefühl.
(Identitas budaya memperkuat rasa komunitas.) Kultural atau budaya adalah hal yang sangat penting bagi sebuah komunitas.
Misalnya, jika sekelompok orang memiliki tradisi yang sama, seperti festival atau makanan khas, mereka akan merasa lebih dekat satu sama lain.
Dalam bahasa Jerman, kita bisa mengatakan, "Gemeinsame Traditionen verbinden Menschen." (Tradisi bersama menghubungkan orang-orang.) Suatu contoh sederhana adalah perayaan tahun baru.
Di Indonesia, orang merayakan tahun baru dengan berbagai kegiatan, seperti berkumpul dengan keluarga, makan makanan khusus, atau menyalakan kembang api.
Dalam bahasa Jerman, ini disebut "Neujahrsfeier." (Perayaan tahun baru).
Die Identität einer Gruppe, seperti bahasa yang mereka gunakan atau makanan yang mereka makan, bisa menciptakan "Ein Gefühl der Zugehörigkeit." (Sebuah perasaan memiliki).
Untuk pelafalan: "Ain Ge-fühl der Tsuke-hor-igkeit." Misalkan ada sebuah komunitas di kota yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Mereka akan memasak makanan khas, seperti ketupat dan rendang.
Dalam bahasa Jerman, kita mengatakan, "Gemeinschaftsessen stärkt die Identität." (Makan bersama memperkuat identitas.) Pelafalan: "Geh-main-schafts-es-sen shternkt di Identi-tät." Dengan memiliki identitas budaya yang sama, orang-orang merasa "Wir sind Teil einer Familie." (Kami adalah bagian dari sebuah keluarga.) Ini membuat hubungan di antara mereka lebih kuat.
Jadi, jika kita menjaga budaya kita dan merayakannya bersama, kita bisa menghasilkan "Ein starkes Gemeinschaftsgefühl." (Sebuah rasa komunitas yang kuat.) Pelafalan: "Ain shtarkes Geh-main-schafts-gefül."