El hombre propone y Dios dispone. Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan.
"El hombre propone y Dios dispone" (el om-bre pro-po-se i Dios dis-po-ne) adalah sebuah peribahasa yang berarti bahwa manusia membuat rencana, tetapi Tuhanlah yang akhirnya menetapkan hasilnya.
Ini menunjukkan bahwa meskipun kita berusaha merencanakan masa depan kita, ada hal-hal di luar kendali kita yang ditentukan oleh Tuhan atau takdir.
Contoh: Misalkan kamu merencanakan untuk melakukan perjalanan ke suatu tempat (yo planeo hacer un viaje a algún lugar).
Kamu sudah menyiapkan segalanya: tiket pesawat, hotel, dan itenerari yang lengkap (ya has preparado todo: boletos de avión, hotel, y un itinerario completo).
Tapi tiba-tiba, cuaca buruk seperti badai memaksa penerbangan dibatalkan (pero de repente, el mal tiempo como una tormenta fuerza la cancelación de tu vuelo).
Di sini, kamu telah merencanakan, tetapi situasi yang tidak terduga telah mengubah semuanya.
Kita harus ingat bahwa meskipun penting untuk memiliki rencana, kita juga harus siap menerima kenyataan jika hal-hal tidak berjalan seperti yang diharapkan.
(debemos recordar que aunque es importante tener un plan, también debemos estar listos para aceptar la realidad si las cosas no salen como se esperaba).
Dengan demikian, peribahasa ini mengingatkan kita untuk selalu percaya dan berserah pada rencana Tuhan di atas segala usaha kita.