A buen hambre no hay mal pan. Dalam keadaan lapar, roti yang buruk pun terasa enak.
"A buen hambre no hay mal pan" adalah ungkapan dalam bahasa Spanyol yang artinya "Dalam keadaan lapar, roti yang buruk pun terasa enak." (In Indonesian: "Dalam keadaan lapar, roti yang buruk pun terasa enak.") Pelafalan: "A buen hambre no hay mal pan" [a bwen am-bre no ai mal pan] Ungkapan ini menggambarkan bahwa ketika seseorang sangat lapar, mereka akan merasa bahwa makanan yang biasa atau kurang enak pun akan terasa lezat.
Ini menunjukkan betapa besar rasa lapar mempengaruhi bagaimana kita menikmati makanan.
Contoh: Bayangkan kamu sedang perjalanan panjang dan tidak makan sepanjang hari.
Ketika kamu akhirnya menemukan makanan, meskipun itu hanya roti kering (pan seco), kamu akan merasa sangat bersyukur dan menikmatinya.
Ini bisa diungkapkan dalam bahasa Spanyol sebagai: "Cuando tengo mucha hambre, incluso el pan seco me sabe delicioso." (Ketika saya sangat lapar, bahkan roti kering terasa lezat.) Pelafalan: "Cuando tengo mucha hambre, incluso el pan seco me sabe delicioso." [kwan-do ten-go mu-cha am-bre, in-klu-so el pan se-ko me sa-be de-li-si-o-so] Dengan memahami ungkapan ini, kita bisa belajar bahwa kadang-kadang situasi yang sulit (seperti lapar) membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup, seperti makanan.