Wer den Wind sät, wird Sturm ernten. Siapa yang menabur angin, akan menuai badai.
"Wer den Wind sät, wird Sturm ernten." adalah sebuah pepatah dalam bahasa Jerman yang berarti, "Siapa yang menabur angin, akan menuai badai." Penjelasan: Pepatah ini menggambarkan bahwa jika seseorang melakukan tindakan yang buruk atau tidak bijaksana, maka dia akan menghadapi konsekuensi yang serius di kemudian hari.
Dalam hal ini, "angin" melambangkan masalah kecil yang ditimbulkan, sedangkan "badai" adalah akibat yang jauh lebih besar dan berbahaya.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Misalnya, jika seseorang berbicara buruk tentang teman-temannya (menabur angin), lama kelamaan dapat menyebabkan perselisihan di antara mereka (menuai badai).
Pelafalan: - "Wer den Wind sät" (ver den vint zet) - "wird Sturm ernten" (vird shturm ern-ten) Contoh lain: 1. Seorang pelajar yang selalu menunda pekerjaan rumah (Hausaufgaben) bisa saja menghadapi masalah besar saat ujian, karena dia tidak siap.
Di sini, menunda adalah "angin" yang akan menyebabkan "badai" berupa nilai rendah.
- Pelafalan: "eine Hausaufgabe" (aina haus-auf-gah-be) 2. Menyebar rumor tentang orang lain juga bisa menciptakan konflik yang besar.
Ketika rumor tersebut menyebar, "badai" akan datang dalam bentuk kehilangan kepercayaan dari teman-temannya.
- Pelafalan: "Gerüchte verbreiten" (ge-rüchte fer-braiten) Dengan memahami pepatah ini, kita dapat lebih berhati-hati dalam tindakan kita agar tidak menimbulkan masalah besar di kemudian hari.