Nul n'est prophète en son pays. Tidak ada yang menjadi nabi di tanahnya sendiri.
"Nul n'est prophète en son pays" adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Prancis yang berarti "Tidak ada yang menjadi nabi di tanahnya sendiri".
Ini menunjukkan bahwa seseorang seringkali tidak dihargai atau tidak diakui bakatnya oleh orang-orang di sekitar mereka, terutama di tempat mereka berasal.
Pelafalan: [nyl nɛ pʁofɛt ɑ̃ sɔ̃ pɛi] Contoh dalam konteks: - Jika seseorang memiliki bakat luar biasa dalam seni, tetapi dia tinggal di kotanya dan tidak mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitarnya, kita bisa mengatakan: "Cet artiste est un génie, mais nul n'est prophète en son pays." (Artis ini adalah seorang jenius, tetapi tidak ada yang menjadi nabi di tanahnya sendiri).
Pelafalan: [se taʁtist ɛ ɛ̃ ʒeni, mɛ nyl nɛ pʁofɛt ɑ̃ sɔ̃ pɛi] Dalam pengalaman sehari-hari, kita bisa melihat bagaimana orang yang sukses di luar negeri atau di kota lain sering kali mendapatkan lebih banyak pengakuan dibandingkan saat mereka berada di tempat asalnya.
Jadi, ungkapan ini mengingatkan kita bahwa kadang-kadang orang-orang di sekitar kita mungkin tidak melihat nilai kita, bahkan meskipun kita memiliki potensi yang sangat besar.
Pelafalan: [ʃaʊʁe pʁɑ̃t ʁɛmɛmʁe nu] Ingatlah bahwa pengakuan mungkin datang dari luar, tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak memiliki kemampuan atau keahlian yang berharga.
Kita harus percaya pada diri kita sendiri, meskipun kadang-kadang orang di sekitar kita tidak melihatnya.
Pelafalan: [ˈkɑ̃ʁɔʁe nu] Semoga penjelasan ini membantu!