2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | German

Könnte ich den Termin verschieben? Bisakah saya menjadwalkan ulang janji?

Tentu! Mari kita bahas kalimat "Könnte ich den Termin verschieben?" yang artinya "Bisakah saya menjadwalkan ulang janji?" dalam bahasa Indonesia dan Jerman.

Penjelasan Bahasa: 1. Könnte ich (Könt-te ikh) - Ini adalah bentuk sopan dari "bisa".

Kita menggunakan "könnte" untuk menyatakan kemungkinan atau permintaan yang lembut.

- Contoh: "Könnte ich ein Wasser haben?" (Bisakah saya mendapatkan air?) 2. den Termin (den Ter-min) - "Termin" adalah kata Jerman untuk "janji" atau "waktu yang dijadwalkan".

"Den" adalah artikel akurat untuk kata benda ini.

- Contoh: "Ich habe einen Termin." (Saya memiliki janji.) 3. verschieben (fer-schi-ben) - Kata ini berarti "menjadwalkan ulang" atau "memindahkan".

Digunakan ketika kita ingin mengubah waktu dari sebuah janji.

- Contoh: "Wir müssen den Termin verschieben." (Kita harus menjadwalkan ulang janji.) Contoh kalimat: 1. Könnte ich den Termin verschieben? (Bisakah saya menjadwalkan ulang janji?) - Untuk menggunakan kalimat ini, mungkin Anda berbicara dengan dokter: "Hallo, ich habe einen Termin morgen, aber ich kann nicht kommen.

Könnte ich den Termin verschieben?" (Hai, saya ada janji besok, tetapi saya tidak bisa datang.

Bisakah saya menjadwalkan ulang janji?) 2. Ich muss den Termin verschieben.

(Saya harus menjadwalkan ulang janji.) - Dalam situasi lain, seperti jika Anda sangat sibuk, Anda bisa berkata: "Leider muss ich den Termin verschieben." (Sayangnya, saya harus menjadwalkan ulang janji.) Kesimpulan Menggunakan "Könnte ich den Termin verschieben?" adalah cara yang sopan untuk meminta perubahan pada jadwal.

Ini sangat berguna dalam situasi formal seperti percakapan dengan dokter atau dalam konteks kerja.

Selamat belajar bahasa Jerman!