Kelemahan Fraqueza
Kelemahan Fraqueza (Fraqueza) Kelemahan, que significa fraqueza em português, adalah kondisi saat seseorang tidak memiliki kekuatan (kontra dari kekuatan).
A fraqueza é algo comum na vida, e todos nós temos alguma kelemahan.
Contoh 1: - "Ela tem medo de falar em público." - "Dia takut berbicara di depan umum." (Pronúncia: dia takut berbi-cara di de-pan u-mum) Contoh 2: - "Eu sou muito tímido." - "Saya sangat pemalu." (Pronúncia: saya san-gat pe-ma-lu) Às vezes, a fraqueza pode ser emocional.
Por exemplo, uma pessoa pode sentir-se triste sem razão clara.
Contoh 3: - "Eu me sinto triste às vezes." - "Saya merasa sedih terkadang." (Pronúncia: saya me-ra-sa se-dih ter-ka-dang) Além disso, a fraqueza física também é comum.
Isso acontece quando estamos doentes ou cansados.
Contoh 4: - "Ele não consegue levantar pesos." - "Dia tidak bisa mengangkat beban." (Pronúncia: dia ti-dak bi-sa meng-ang-kat be-ban) Kelemahan dapat diatasi dengan latihan dan dukungan orang lain.
Contoh 5: - "Eu estou tentando melhorar." - "Saya sedang berusaha untuk memperbaiki." (Pronúncia: saya se-dang ber-u-sa-han un-tuk mem-per-ba-iki) Portanto, lembre-se de que todos têm kelemahan, mas kita juga bisa belajar dari itu.
Contoh 6: - "A fraqueza pode nos ensinar." - "Kelemahan bisa mengajarkan kita." (Pronúncia: ke-le-ma-han bi-sa meng-a-jar-kan ki-ta) Seja honesto sobre suas fraquezas e não tenha medo de pedir ajuda.
Contoh 7: - "Peça apoio quando precisar." - "Minta dukungan saat diperlukan." (Pronúncia: min-ta du-kung-an saat di-per-lu-kan) A força vem da superação das fraquezas, e isso é o mais importante.
Contoh 8: - "Eu sou mais forte agora." - "Saya lebih kuat sekarang." (Pronúncia: saya le-bih kuat se-ka-rang) Lembre-se que, mesmo com kelemahan, kita bisa menjadi lebih baik.
Contoh 9: - "Podemos crescer juntos." - "Kita bisa tumbuh bersama." (Pronúncia: ki-ta bi-sa tum-buh ber-sa-ma)