挨拶は心の鏡。 Salam adalah cermin hati.
'挨拶は心の鏡' (Aisatsu wa kokoro no kagami) berarti "Salam adalah cermin hati." Ungkapan ini menunjukkan bahwa cara kita menyapa orang lain mencerminkan keadaan hati atau perasaan kita.
Jika kita memberikan salam dengan tulus, itu menunjukkan bahwa kita memiliki niat baik dan sikap positif.
Di sisi lain, jika kita tidak ramah saat memberi salam, itu bisa menunjukkan perasaan negatif.
Contoh: 1. Ketika kamu bertemu teman, kamu bisa berkata, "こんにちは" (Konnichiwa) yang berarti "Selamat siang." Jika kamu mengucapkan dengan senyuman, itu menunjukkan kamu sangat senang bertemu dengan mereka.
(Jika pelafalan: kon-ni-chi-wa) 2. Sebaliknya, jika kamu hanya berkata "やあ" (Yā) dengan wajah datar, mungkin itu menunjukkan bahwa kamu sedang tidak senang.
(Pelafalan: yaa) Dengan demikian, memilih cara kita memberi salam dapat mempengaruhi suasana hati orang lain dan hubungan kita dengan mereka.
Selalu ingat, "Salam yang baik bisa membuat perbedaan." Jadi, ketika kamu belajar memberi salam dalam bahasa Jepang, ingatlah untuk melakukannya dengan sepenuh hati: "挨拶は心の鏡" (Aisatsu wa kokoro no kagami).