結婚 Pernikahan
結婚 (けっこん, kekkon) berarti "pernikahan" dalam bahasa Jepang.
Pernikahan adalah suatu ikatan antara dua orang yang biasanya dilakukan melalui upacara.
Dalam budaya Jepang, pernikahan memiliki makna yang sangat penting dan sering dirayakan dengan berbagai tradisi.
Di Jepang, ada dua jenis pernikahan: 1. Shinto wedding (神前式, しんぜんしき, shinzenshiki) - Pernikahan yang dilakukan di kuil Shinto.
2. Western-style wedding (教会式, きょうかいしき, kyoukaishiki) - Pernikahan yang mengikuti gaya Barat, sering kali di gereja.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang: - 私は結婚したいです。 (わたしはけっこんしたいです。Wata shi wa kekkon shi tai desu.) - "Saya ingin menikah." Pada umumnya, sebelum menikah, pasangan biasanya akan melakukan lamaran yang disebut プロポーズ (puropo-zu) .
Ini adalah momen di mana seseorang bertanya kepada pasangannya apakah mereka mau menikah.
Contoh kalimat: - 彼は彼女にプロポーズしました。 (かれはかのじょにぷろぽーずしました。Kare wa kanojo ni puropo-zu shimashita.) - "Dia telah melamar kekasihnya." Di Jepang, ada beberapa tradisi yang dilaksanakan saat pernikahan, seperti memakai kimono untuk pengantin wanita dan tuxedo untuk pengantin pria.
Selain itu, tamu juga biasanya memberikan hadiah berupa uang yang disebut ご祝儀 (ごしゅうぎ, goshūgi) .
Contoh kalimat: - 結婚式は素晴らしいです。 (けっこんしきはすばらしいです。Kekkon shiki wa subarashii desu.) - "Pernikahan itu luar biasa." Pernikahan merupakan hal yang serius dan menjadi bagian penting dari kehidupan di Jepang, yang sering melibatkan keluarga dan komunitas.
Kunjungan ke tempat-tempat seperti kuil atau restoran juga sering dilakukan untuk merayakan pernikahan setelah upacara.
Contoh kalimat: - 結婚式の後で、みんなで食事をしました。 (けっこんしきのあとうで、みんなでしょくじをしました。Kekkon shiki no ato de, minna de shokuji o shimashita.) - "Setelah pernikahan, semua orang makan bersama." Itulah sedikit penjelasan mengenai '結婚 (kekkon)' atau pernikahan dalam bahasa Jepang serta budaya yang menyertainya.