In der Not frisst der Teufel Fliegen. Dalam kesusahan, iblis memakan lalat.
"In der Not frisst der Teufel Fliegen" adalah peribahasa dalam bahasa Jerman yang berarti "Dalam kesusahan, iblis memakan lalat." Peribahasa ini mengisyaratkan bahwa ketika seseorang dalam keadaan sulit atau terdesak, mereka mungkin melakukan tindakan yang tidak biasa atau terpaksa yang biasanya tidak mereka lakukan.
Pelafalan: *In der Not frisst der Teufel Fliegen* (in der not frist der toy-fel flee-gen) Misalnya, jika seseorang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki uang, mereka mungkin memutuskan untuk melakukan pekerjaan apa pun, meskipun itu tidak ideal, untuk bertahan hidup.
Dalam konteks ini, orang tersebut "memakan lalat," atau melakukan hal-hal yang mungkin mereka anggap memalukan atau tidak layak.
Contoh dalam kalimat: 1. Wenn du keinen Job hast, musst du manchmal komische Arbeiten annehmen.
(Jika kamu tidak punya pekerjaan, terkadang kamu harus menerima pekerjaan yang aneh.) 2. In der Not frisst der Teufel Fliegen und das ist okay.
(Dalam kesusahan, iblis memakan lalat dan itu tidak apa-apa.) Peribahasa ini mengajarkan kita bahwa ketika kita berada dalam situasi yang sulit, kita perlu beradaptasi dan mencari solusi, bahkan jika itu berarti melakukan hal-hal yang tidak kita sukai.