Les erreurs sont des souvenirs. Kesalahan adalah kenangan.
"Les erreurs sont des souvenirs" (les eh-ruh sor deh sœ-vən-nyur) berarti "Kesalahan adalah kenangan." Frasa ini menunjukkan bahwa kesalahan yang kita buat dalam hidup memiliki nilai penting dan dapat menjadi pengingat bagi kita di masa depan.
Dalam proses belajar bahasa, misalnya, kita sering membuat kesalahan.
Ketika kita salah mengucapkan atau menulis sesuatu, hal itu bisa membuat kita merasa canggung.
Namun, kesalahan tersebut membantu kita belajar.
Sebagai contoh, jika kita salah mengatakan "Je suis heureux" (zhuh swee uh-ru) yang berarti "Saya bahagia" dan menyebutnya "Je suis horreur" (zhuh swee or-rœr), kita akan ingat bahwa itu salah dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu.
Contoh lainnya adalah ketika kita belajar kata benda.
Jika kita menggunakan gender yang salah untuk kata benda, seperti mengatakan "le table" (le tab-l), bukannya "la table" (la tab-l), kita bisa mengingat kesalahan itu sebagai pengingat untuk lebih hati-hati di masa mendatang.
Pada akhirnya, "Les erreurs sont des souvenirs" (les eh-ruh sor deh sœ-vən-nyur) mengajarkan kita bahwa setiap kesalahan adalah peluang untuk belajar dan tumbuh.
Jadi, jangan takut untuk membuat kesalahan.
Anggaplah itu sebagai bagian dari proses pembelajaran yang membuat kita lebih baik.