Reisen ist fatal für Vorurteile. Bepergian berbahaya bagi prasangka.
Reisen ist fatal für Vorurteile.
Bepergian berbahaya bagi prasangka.
Di sini, kita berbicara tentang bagaimana bepergian atau "reisen" (raizen) dapat mengurangi atau menghancurkan "Vorurteile" (foor-oor-teel) kita, atau prasangka.
Ketika kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kita mendapatkan kesempatan untuk melihat, merasakan, dan mengalami sesuatu yang baru.
Contoh: Jika seseorang hanya tinggal di kota kecil dan tidak pernah pergi ke tempat lain, mungkin dia memiliki pandangan negatif tentang budaya lain.
Namun, ketika dia pergi ke negara lain dan bertemu orang-orang dari latar belakang yang berbeda, pendapatnya bisa berubah.
Misalnya, "Ich habe in Indonesien gelebt" (ikh habe in Indonesia geh-leebt) artinya "Saya tinggal di Indonesia".
Setelah tinggal di sana, orang tersebut mungkin menyadari bahwa orang Indonesia sangat ramah dan memiliki cara hidup yang berharga.
Maka, "Reisen" (raizen) membantu kita membuka pikiran dan memecahkan "Vorurteile" (foor-oor-teel) yang kita miliki.
Ini karena kita belajar langsung dari pengalaman, bukan hanya dari apa yang kita dengar atau lihat di media.
Dengan kata lain, "Begegnungen mit anderen Kulturen" (be-ge-gen-ung-en mit an-der-en kul-tu-ren), atau berinteraksi dengan budaya lain, dapat memperluas wawasan kita.
Setiap perjalanan adalah peluang, seperti yang bisa kita katakan "Jede Reise ist eine Chance" (ye-de raize ist ai-ne shan-se), yang berarti "Setiap perjalanan adalah sebuah kesempatan." Jadi, sangat penting untuk bepergian dan berinteraksi dengan dengan orang lain agar kita bisa menghilangkan prasangka dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.