2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | German

Im Verkehr stecken bleiben Tersangkut dalam kemacetan

Im Verkehr stecken bleiben (Tersangkut dalam kemacetan) Dalam bahasa Jerman, frasa "im Verkehr stecken bleiben" berarti Anda terjebak dalam kemacetan lalu lintas.

Kata "Verkehr" berarti lalu lintas, dan "stecken bleiben" artinya terjebak atau tidak bisa bergerak.

Pelafalan: [im fɛrˈkeːr ˈʃtɛkən blaɪbən] Contoh dalam kalimat: 1. Ich bleibe im Verkehr stecken.

(Saya terjebak dalam kemacetan.) - Pelafalan: [iːç ˈblaɪbə im fɛrˈkeːr ˈʃtɛkən] 2. Heute Morgen bin ich im Verkehr stecken geblieben.

(Pagi ini, saya terjebak dalam kemacetan.) - Pelafalan: [ˈhɔʏtə ˈmɔʁɡn bɪn ɪç im fɛrˈkeːr ˈʃtɛkən ɡəˈbliːbən] Ketika Anda berbicara tentang perjalanan, Anda mungkin sering mengalami situasi ini.

Misalnya, jika Anda pergi ke kantor dan terjebak dalam kemacetan, Anda bisa mengatakan: - Ich habe eine Stunde im Verkehr stecken bleiben müssen.

(Saya harus terjebak dalam kemacetan selama satu jam.) - Pelafalan: [ɪç ˈhaːbə ˈaɪ̯nə ˈʃtʊndə im fɛrˈkeːr ˈʃtɛkən ˈblaɪbən ˈmʏsən] Dalam situasi ini, Anda bisa merencanakan waktu perjalanan lebih awal untuk menghindari kemacetan.

Jika Anda ingin bertanya kepada seseorang apakah mereka terjebak dalam kemacetan, Anda bisa berkata: - Bist du auch im Verkehr stecken geblieben? (Apakah kamu juga terjebak dalam kemacetan?) - Pelafalan: [bɪst du aʊχ im fɛrˈkeːr ˈʃtɛkən ɡəˈbliːbən]