Die Wolken sind wie Gedanken: Sie kommen und gehen. Awan seperti pikiran: datang dan pergi.
"Die Wolken sind wie Gedanken: Sie kommen und gehen." (di: "Di volken zint vi ganda: zi komen und gehen.") adalah pernyataan yang menggambarkan kesamaan antara awan dan pikiran kita.
Di sini, 'wolken' (volken) berarti 'awan' , dan 'gedanken' (ganda) berarti 'pikiran' .
Awan sering datang dan pergi, kadang cerah, kadang mendung.
Hal yang sama juga berlaku untuk pikiran kita: mereka muncul dalam pikiran kita dan bisa hilang begitu saja.
Contoh: Ketika kita merasa cemas, itu bisa disamakan dengan awan gelap yang muncul di langit.
Namun, seperti awan, perasaan cemas itu bisa berlalu.
Dalam bahasa Jerman, kita bisa berkata: "Die Angst geht vorbei." (di: "Di angst geit perpai.") yang artinya "Ketakutan itu akan berlalu." Jadi, ungkapan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa pikiran dan perasaan kita bersifat sementara.
Ini bisa memberikan ketenangan, terutama saat kita merasa tertekan.
Mengamati awan bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih kesadaran akan pikiran kita.
Di dalam pelajaran, Anda bisa berlatih dengan mengamati langit dan menggambarkan apa yang Anda lihat dalam bahasa Jerman.
Misalnya: "Die Wolken sind weiß." (di: "Di volken zint vais.") yang berarti "Awan itu putih." Dengan cara ini, Anda dapat belajar bahasa Jerman sambil memahami betapa pentingnya untuk tidak terpaku pada pikiran negatif, seperti awan yang akan pergi dan kembali.