2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | German

Wenn der Himmel weint, lachen die Blumen. Ketika langit menangis, bunga-bunga tertawa.

"Wenn der Himmel weint, lachen die Blumen" adalah ungkapan puitis dalam bahasa Jerman yang memiliki makna mendalam.

Dalam bahasa Indonesia, artinya adalah "Ketika langit menangis, bunga-bunga tertawa." - "Wenn der Himmel weint" (wen deh Himməl vaint) berarti "Ketika langit menangis".

Ini menggambarkan hujan atau cuaca buruk.

Dalam konteks ini, langit dianggap "menangis" ketika hujan turun.

- "lachen die Blumen" (lahkhen diː Bluːmen) berarti "bunga-bunga tertawa".

Sebagai contoh, setelah hujan, bunga-bunga menjadi segar dan berwarna-warni.

Jadi, meski langit "menangis", ada keindahan yang muncul dari situasi tersebut.

Contoh lainnya: - Saat hujan turun, tanaman mendapat air.

"Die Pflanzen bekommen Wasser" (diː Plantzen bəˈkɔmən ˈvasər).

- Akibatnya, kita bisa melihat bunga-bunga mekar setelah hujan.

"Die Blumen blühen nach dem Regen" (diː Bluːmen ˈblyːən naːx deːm ˈreːɡn).

Pesan dari ungkapan ini mengajarkan kita bahwa tidak semua hal buruk itu negatif.

Kadang-kadang, dari situasi sulit atau mendung, keindahan bisa muncul.

Ini adalah cara untuk melihat sisi positif saat menghadapi tantangan.