Ruhig sind die Gewässer, die tief sind. Tenanglah air yang dalam.
Ruhig sind die Gewässer, die tief sind.
(Tenanglah air yang dalam.) Frasa ini dapat diartikan sebagai ungkapan yang menggambarkan bahwa sesuatu yang terlihat tenang atau damai tidak selalu mencerminkan kedalaman atau kompleksitas yang sebenarnya.
Dalam konteks ini, "Gewässer" (air/waters) dan "tief" (dalam/deep) menggambarkan sesuatu yang mungkin nampak tenang tapi memiliki kedalaman perasaan atau makna yang lebih.
Penjelasan dalam Indonesian dan German 1. Fragment Pertama: "Ruhig sind die Gewässer" - Pelafalan: [ˈʁuːɪk zɪnd diː ɡəˈvɛsɐ] - Arti: "Tenanglah air" menggambarkan keadaan tenang.
- Contoh: Bayangkan danau yang tampak damai di pagi hari.
Meskipun terlihat tenang, danau mungkin menyimpan banyak kehidupan di dalamnya.
2. Fragment Kedua: "die tief sind" - Pelafalan: [diː tiːf zɪnd] - Arti: "yang dalam" menunjukkan bahwa ada lebih dari sekadar permukaan.
- Contoh: Sama halnya dengan seseorang yang nampak tenang.
Dia mungkin memiliki banyak pikiran dan perasaan yang mendalam, layaknya lautan yang dalam.
Kesimpulan Jadi, ungkapan ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam daripada apa yang terlihat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menggunakan frasa ini untuk mendorong orang untuk tidak cepat menilai situasi atau orang hanya dari apa yang terlihat di permukaan.
Pelafalan Keseluruhan: [ˈʁuːɪk zɪnd diː ɡəˈvɛsɐ, diː tiːf zɪnd]