Thirteen is an unlucky number Tiga belas adalah angka yang tidak beruntung
English Explanation: The phrase "Thirteen is an unlucky number" refers to the belief that the number 13 brings bad luck or misfortune.
This belief is common in many cultures, especially in Western cultures.
Pelafalan: "Thirteen is an unlucky number" (θɜrˈtin ɪz æn ˈʌnˌlʌki ˈnʌmbər).
In some buildings, you will not find a floor labeled 13; it skips from 12 to 14. This is because many people think that living or working on the 13th floor will bring bad luck.
Contoh: - If you have a party on the 13th, some friends might say, "I won't go, it's unlucky!" (Jika kamu mengadakan pesta pada tanggal 13, beberapa teman mungkin berkata, "Saya tidak akan pergi, itu tidak beruntung!") In some cultures, the number 13 is connected to superstitions, like Friday the 13th being a day when bad things can happen.
Pelafalan: "Friday the 13th" (ˈfraɪdeɪ ðə θɜrˈtinθ).
Indonesian Explanation: Frasa "Tiga belas adalah angka yang tidak beruntung" (Thirteen is an unlucky number) adalah keyakinan bahwa angka 13 membawa sial atau nasib buruk.
Keyakinan ini umum di banyak budaya, terutama di budaya Barat.
Pelafalan: "Tiga belas adalah angka yang tidak beruntung" (tiˈɡa bɛˈlas aˈdalah ˈaŋka jaŋ tiˈdak bɛˈrung).
Sebagai contoh, di banyak gedung, Anda tidak akan menemukan lantai bernomor 13; biasanya langsung dari 12 ke 14. Ini karena banyak orang percaya bahwa tinggal atau bekerja di lantai 13 akan membawa sial.
Contoh: - Jika kamu merayakan ulang tahun pada tanggal 13, mungkin ada teman yang berkata, "Aku tidak mau datang, itu sial!" (If you celebrate a birthday on the 13th, maybe a friend will say, "I don’t want to come, it's unlucky!") Di beberapa budaya, angka 13 juga terhubung dengan takhayul, seperti Jumat tanggal 13 yang dianggap sebagai hari di mana hal-hal buruk bisa terjadi.
Pelafalan: "Jumat tanggal 13" (ˈdʒumat taŋˈgal tiˈɡa bɛˈlas).