Job-Hopper Orang yang sering berganti pekerjaan.
Job-Hopper adalah istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sering berganti pekerjaan.
Dalam bahasa Jerman, orang ini disebut "Job-Hopper" (pelafalan: [yob-hopper]).
Seseorang yang tergolong Job-Hopper biasanya berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam waktu yang relatif singkat, misalnya hanya beberapa bulan atau satu tahun.
Contoh dalam kalimat: "Dia adalah seorang Job-Hopper karena dia telah bekerja di empat perusahaan dalam waktu dua tahun." (Dalam bahasa Jerman: "Er ist ein Job-Hopper, weil er in zwei Jahren in vier Firmen gearbeitet hat.") Seorang Job-Hopper mungkin melakukannya karena berbagai alasan, seperti ingin mencari pengalaman baru, tidak puas dengan pekerjaan yang lama, atau mencari gaji yang lebih baik.
Dalam Jerman, beberapa orang berpikir bahwa menjadi Job-Hopper bisa jadi buruk untuk karier jangka panjang, tetapi ada juga yang melihatnya sebagai cara untuk memperluas keterampilan dan jaringan pekerjaan.
Dalam kalimat Jerman: "Ein Job-Hopper kann manchmal viele Fähigkeiten erwerben." (Pelafalan: [ain yob-hopper kan manchmal feel-ikeiten er-kuehren]).
Artinya: "Seorang Job-Hopper kadang bisa memperoleh banyak keterampilan." Namun, penting bagi Job-Hopper untuk menjelaskan kepada calon pemberi kerja mengapa mereka sering berganti pekerjaan.
Calon pemberi kerja mungkin khawatir tentang stabilitas dan komitmen seseorang.
Misalnya, saat wawancara, seorang Job-Hopper bisa berkata: "Ich möchte neue Herausforderungen annehmen." (Pelafalan: [ikh mohte nooy-e haraus-ford-er-ungen ah-nem-men]).
Artinya: "Saya ingin menerima tantangan baru." Dengan demikian, meskipun ada pro dan kontra menjadi Job-Hopper, penting untuk mempertimbangkan tujuan karier dan bagaimana pengalaman tersebut dapat membantu dalam masa depan.