My son is learning to walk. Anak saya sedang belajar berjalan.
"My son is learning to walk." (Anak saya sedang belajar berjalan.) Mari kita bahas kalimat ini.
1. Subject (Subjek): "My son" (Anak saya) - Ini merujuk pada anak laki-laki saya.
Kita pakai "my" untuk menunjukkan kepemilikan.
- Pelafalan: /maɪ sʌn/ 2. Verb (Kata kerja): "is learning" (sedang belajar) - Ini menunjukkan bahwa aktivitas itu sedang berlangsung saat ini.
"Learning" berarti mempelajari sesuatu.
- Pelafalan: /ɪz ˈlɜrnɪŋ/ 3. Infinitive Verb : "to walk" (berjalan) - Ini menunjukkan tujuan dari apa yang sedang dikerjakan anak saya.
- Pelafalan: /tu wɔk/ Contoh dalam kalimat lain: - "My daughter is learning to talk." (Anak perempuan saya sedang belajar bicara.) - Pelafalan: /maɪ ˈdɔtər ɪz ˈlɜrnɪŋ tu tɔk/ Secara keseluruhan, kalimat ini menggambarkan proses belajar yang penting dalam perkembangan anak.
Anak belajar untuk berjalan agar bisa bergerak sendiri.
In conclusion, ketika kita menggabungkan kedua bahasa, kita bisa lebih memahami artinya.
"Anak saya sedang belajar berjalan" menyampaikan informasi yang sama dengan "My son is learning to walk."