Blow the whistle Memberi peringatan
'Blow the whistle' (blow dhe whis-tel) adalah sebuah idiom dalam bahasa Inggris yang berarti memberikan peringatan atau melaporkan aktivitas yang tidak etis, ilegal, atau berbahaya, biasanya di tempat kerja atau organisasi.
Dalam konteks ini, "blow the whistle" mengacu pada tindakan memberitahu pihak berwenang tentang sesuatu yang salah.
Contoh: Misalnya, jika seorang karyawan (employee) melihat bahwa perusahaan (company) melakukan penipuan (fraud) terhadap pelanggan (customers), dia bisa 'blow the whistle'.
Artinya, dia akan melaporkan atau memberi tahu pihak berwenang (authorities) tentang aktivitas tersebut.
Pelafalan untuk contoh: - Karyawan: (ka-rya-wan) - Perusahaan: (pe-ru-sah-an) - Penipuan: (pe-ni-puan) - Pelanggan: (pe-lang-gan) - Pihak berwenang: (pi-hak be-re-wen-ang) Dalam kasus lain, seseorang yang menyaksikan (witness) tindakan kekerasan (violence) bisa 'blow the whistle' untuk melindungi orang lain.
Pelafalan tambahan: - Menyaksikan: (me-nya-ksi-kan) - Tindakan: (tin-dak-an) - Kekerasan: (ke-ke-ra-san) - Melindungi: (me-lin-dung-i) Jadi, 'blow the whistle' tidak hanya melibatkan pemberitahuan, tetapi juga merupakan tindakan berani untuk menjaga keadilan dan keselamatan di lingkungan sekitar.