Ein Schuster bleibt bei seinen Leisten. Seorang pembuat sepatu tetap di pijakannya.
"Ein Schuster bleibt bei seinen Leisten" adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Jerman yang berarti "Seorang pembuat sepatu tetap di pijakannya." (IPA: [aɪn ˈʃuːstɐ blaɪpt baɪ zaɪ̯nən ˈlaɪ̯stən]).
Ungkapan ini menggambarkan bahwa seseorang sebaiknya tetap berpegang pada bidang atau keahliannya, dan tidak mencampuri urusan yang bukan bidangnya.
Dalam bahasa Jerman, "Schuster" berarti pembuat sepatu (IPA: [ˈʃuːstɐ]), dan "Leisten" adalah alat atau cetakan yang digunakan untuk membuat sepatu (IPA: [ˈlaɪ̯stən]).
Jadi, jika seorang pembuat sepatu tetap menggunakan alatnya, ia dapat menghasilkan sepatu yang berkualitas.
Contoh penggunaannya: Katakanlah Anda adalah seorang guru.
Jika seorang teman meminta bantuan untuk memperbaiki mobilnya, Anda bisa mengatakan "Es ist besser, wenn ein Schuster bei seinen Leisten bleibt." (IPA: [ɛs ɪst ˈbɛsɐ, vɛn aɪn ˈʃuːstɐ baɪ zaɪ̯nən ˈlaɪ̯stən blaɪpt]).
Ini berarti Anda lebih baik membantu dalam bidang pendidikan daripada mencoba memperbaiki mobil.
Penting untuk diingat bahwa memiliki keahlian di suatu area sangat berharga, dan mencoba untuk melakukan sesuatu di luar keahlian kita mungkin akan menghasilkan hasil yang kurang baik.