Amour platonique Cinta platonis
Amour platonique (cinta platonis) adalah jenis cinta yang tidak melibatkan ketertarikan seksual.
Dalam hubungan ini, orang-orang saling mencintai dan menghargai satu sama lain, tetapi mereka tidak memiliki keinginan untuk berhubungan secara fisik.
- Contoh: Deux amis peuvent avoir un amour platonique (Dua teman bisa memiliki cinta platonis).
- Pelafalan: [dø zɑ̃mi pøvɛ̃ avwar œ̃ amu platonik] Cinta platonis biasanya terjadi antara teman dekat.
Mungkin ada rasa kedekatan yang dalam, tetapi tetap tidak ada unsur romantis.
- Contoh: Parfois, un amour platonique est plus fort que l'amour romantique.
(Kadang-kadang, cinta platonis lebih kuat daripada cinta romantis.) - Pelafalan: [paʁfwa ɛ̃ amu platonik ɛ ply foʁ kə l'amuʁ ʁɔmɑ̃tik] Meskipun tidak memiliki elemen seksual, cinta platonis tetap dapat membawa kebahagiaan.
- Contoh: Les amis peuvent partager des moments spéciaux ensemble sans être amoureux.
(Teman-teman bisa berbagi momen spesial bersama tanpa menjadi saling jatuh cinta.) - Pelafalan: [lez‿ami pøv ɛ̃ paʁtaʒe de mɔmɑ̃ spesjɔz ɑ̃sɑ̃bl sɑ̃ ɛtʁ amuʁø] Pengertian ini penting untuk memahami hubungan yang sehat dan tulus.
- Contoh: Il n'est pas nécessaire d'être amoureux pour avoir une belle amitié.
(Tidak perlu menjadi saling jatuh cinta untuk memiliki persahabatan yang indah.) - Pelafalan: [il nɛ pa nesesɛʁ dɛtʁ amuʁø puʁ avwar yn bɛl ami te]