Cooking is like love; it should be entered into with abandon or not at all. Memasak itu seperti cinta; harus dilakukan dengan sepenuh hati atau tidak sama sekali.
'Cooking is like love; it should be entered into with abandon or not at all' dapat diartikan bahwa ketika kita memasak, sama seperti cinta, kita harus melakukannya dengan sepenuh hati.
Artinya, kita harus benar-benar menikmati prosesnya atau sebaiknya tidak melakukannya sama sekali.
Pelafalan: Kooking is laik lov; it shud bi enterd intu widh abend or nat et ol.
Misalnya, ketika kita memasak makanan, jika kita hanya melakukannya dengan setengah hati, hasilnya mungkin tidak memuaskan.
Tapi jika kita memasak dengan penuh semangat, kita bisa merasakan kebahagiaan.
Contoh lainnya adalah ketika kita membuat kue.
Saat kita mencampurkan bahan-bahan, kita harus melakukannya dengan hati-hati dan penuh perhatian agar kue kita enak.
Pelafalan: Misalnya, when we bake a cake, we must mixt the ingredients widh care.
Jika kita terlalu terburu-buru atau tidak peduli, bisa jadi kue kita gagal.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa memasak, sama halnya dengan cinta, membutuhkan dedikasi dan keinginan yang kuat.
Pelafalan: Jadi, kooking, laik lov, needs dedication and strong desire.