Money can't buy happiness, but it can buy a bike. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi bisa membeli sepeda.
"Money can't buy happiness, but it can buy a bike." Artinya, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi bisa membeli sepeda.
Ini berarti bahwa meskipun uang penting untuk membeli barang, seperti sepeda, kebahagiaan sejati datang dari hal lain, bukan hanya dari barang-barang yang kita miliki.
Pelafalan: Money can't buy happiness /ˈmʌni kænt baɪ ˈhæpinəs/, but it can buy a bike /bʌt ɪt kæn baɪ ə baɪk/.
Uang tidak bisa membeli kebahagiaan /uŋ tidak bisa membeli keˈbahagiaan/, tetapi bisa membeli sepeda /tɛˈpati bisa membeli ˈsepeda/.
Contoh: Bayangkan kamu membeli sepeda baru.
Kamu sangat senang karena bisa bersepeda di taman.
*You feel joy while riding your bike.
* Tapi, jika kamu memiliki banyak uang dan sepeda yang mahal, tapi tidak memiliki teman untuk diajak bersepeda, mungkin kamu akan merasa kesepian.
Pelafalan: Kamu sangat senang /ˈkamu ˈsangat səˈnaŋ/ karena bisa bersepeda di taman /karena ˈbisa bərˈsepɛda di ˈtaman/.
You feel joy while riding your bike /ju fiːl dʒɔɪ waɪl ˈraɪdɪŋ jɔːr baɪk/.
Mungkin kamu akan merasa kesepian /mungkin kamu akan məˈrɑːsə kəsəˈpian/.
Jadi, sepeda bisa memberikan kebahagiaan sementara dan kesenangan, namun hal yang lebih penting adalah hubungan dengan orang lain dan pengalaman dalam hidup.
Pelafalan: Sepeda bisa memberikan kebahagiaan sementara /səˈpɛda 'bisa məˈberikan keˈbahagiaan səmənˈtara/ dan hubungan dengan orang lain /dan huˈbungan dɛŋan ˈɔrɪŋ lain/.
Overall, while money can buy things like a bike, true happiness comes from experiences and connections with others.
Pelafalan: Sementara, uang bisa membeli barang-barang seperti sepeda /səˈmɛntara, uŋ 'bisa m'beli baran-barang sɛˈperti ˈsepeda/, kebahagiaan sejati muncul dari pengalaman dan hubungan dengan orang lain.