A smooth sea never made a skilled sailor. Laut yang tenang tidak pernah membuat pelaut yang terampil.
'A smooth sea never made a skilled sailor' adalah sebuah pepatah yang berarti bahwa ketidaknyamanan dan tantangan adalah hal yang diperlukan untuk belajar dan berkembang.
Dalam bahasa Indonesian, kita bisa mengartikan pepatah ini sebagai, "Laut yang tenang tidak pernah membuat pelaut yang terampil." Pelafalan: "A smooth sea never made a skilled sailor." (â smuth si nɛvər meɪd ə skɪld seɪlər) "Laut yang tenang tidak pernah membuat pelaut yang terampil." (laut yang tenang tidak pernah membuat pelaut yang terampil) Misalnya, jika seseorang ingin belajar berenang, mereka mungkin harus menghadapi air yang dingin dan ombak selama latihan.
Jika mereka hanya berenang di kolam yang tenang, mereka tidak akan belajar bagaimana mengatasi tantangan.
Pelafalan: "Jika seseorang ingin belajar berenang." (jika sə-sə-o-raŋ iŋin bɛ-lɑ-jɑr bɛ-rə-nɑŋ) "Mereka tidak akan belajar bagaimana mengatasi tantangan." (məre-kɑ ti-dɑk ɑ-kɑn bɛ-lɑ-jɑr bɑ-gɪ-mɑ-nɑ mɛn-gɑ-tɑ-si tɑn-gɑn) Contoh lain adalah dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika kita menghadapi ujian yang sulit, kita belajar untuk lebih fokus dan bekerja keras.
Jika tidak ada ujian, kita mungkin tidak akan pernah belajar.
Pelafalan: "Ketika kita menghadapi ujian yang sulit." (kə-ti-kɑ ki-tɑ mɛng-hɑ-dɑ-pi u-ji-an yang su-lit) "Kita belajar untuk lebih fokus dan bekerja keras." (ki-tɑ bɛ-lɑ-jɑr u-ntuʁ lə-biɁ fo-kus dan bɛ-ker-dʒɑ kə-rɑs) Jadi, penting untuk menghadapi kesulitan agar kita bisa tumbuh dan menjadi lebih baik, seperti pelaut terampil yang mampu menghadapi badai di laut.
Pelafalan: "Penting untuk menghadapi kesulitan agar kita bisa tumbuh." (pɛn-tɪŋ uŋ-tʊk mɛng-hɑ-dɑ-pi kə-su-li-tɑn a-gɑr ki-tɑ bi-sɑ tum-buh) "Seperti pelaut terampil yang mampu menghadapi badai di laut." (sə-pɛr-ti pɛ-lɑ-ut tɛ-rɑmpil yang mɑm-pu mɛng-hɑ-dɑ-pi bɑ-dɑ-ɪ di lɑ-ut)