A hotel can be a sanctuary from the chaos of travel. Sebuah hotel bisa menjadi tempat perlindungan dari kekacauan perjalanan.
A hotel can be a sanctuary from the chaos of travel.
(A ho-tel ken bi a san-chu-ary from the ke-os of tra-vel.) Sebuah hotel bisa menjadi tempat perlindungan dari kekacauan perjalanan.
Ketika kita bepergian, kadang-kadang kita merasa lelah dan stres.
(Some-times we feel ti-red and stressed.) Misalnya, setelah bepergian jauh atau menunggu lama di bandara, kita mungkin butuh tempat yang tenang.
A hotel provides a quiet space where we can rest.
(A ho-tel pro-vides a kwai-it speys we-r wi ken rest.) Di hotel, kita bisa bersantai, tidur dengan nyaman, dan menikmati berbagai fasilitas, seperti kolam renang atau restoran.
(In a ho-tel, we can re-lax, sleep com-fort-a-bly, and en-joy var-i-ous fa-cil-i-ties, such as a po-ol or res-taur-ant.) Contohnya, jika kita traveling untuk bisnis, kita memerlukan tempat yang tenang untuk menyiapkan presentasi.
(For ex-am-ple, if we are tra-vel-ing for busi-ness, we need a qui-et place to pre-pare a pre-sen-ta-tion.) Hotel yang nyaman bisa membantu kita merasa lebih baik dan fokus.
Jadi, hotel bukan hanya tempat untuk tidur, tetapi juga tempat untuk merelaksasi pikiran kita dari kekacauan perjalanan.
(So, a hotel is not just a place to sleep, but also a place to re-lax our minds from the chaos of tra-vel.)