Break up Putus
'Break up' dalam bahasa Inggris berarti berpisah, biasanya dalam konteks hubungan romantis.
Jadi, kalau kita bilang "They broke up" (Pelafalan: deɪ broʊk ʌp), artinya "Mereka putus." Dalam hubungan, putus bisa terjadi karena berbagai alasan, misalnya karena tidak cocok atau ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Contohnya, "After a long discussion, they decided to break up" (Pelafalan: ˈæftər ə lɔŋ dɪsˈkʌʃən, ðeɪ dɪˈsaɪdɪd tu ˈbroʊk ʌp), yang artinya "Setelah diskusi panjang, mereka memutuskan untuk putus." Saat kita mengalami putus, bisa jadi kita merasa sedih atau kesepian.
Misalnya, "I felt very sad after we broke up" (Pelafalan: aɪ fɛlt ˈvɛri sæd ˈæftər wi broʊk ʌp), yang artinya "Saya merasa sangat sedih setelah kami putus." Putus cinta tidak selalu buruk.
Kadang, itu bisa menjadi kesempatan untuk menemukan kebahagiaan yang lebih baik.
Sebagai contoh, "Sometimes breaking up is the best thing to do" (Pelafalan: ˈsʌmtaɪmz ˈbreɪkɪŋ ʌp ɪz ðə bɛst θɪŋ tu du), yang berarti "Kadang-kadang, putus adalah hal terbaik yang bisa dilakukan." Jadi, 'break up' adalah proses di mana dua orang dalam hubungan memutuskan untuk tidak bersama lagi, dan itu adalah bagian dari kehidupan yang banyak orang alami.