2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | English

Travel is fatal to prejudice bigotry, and narrow-mindedness. (Perjalanan adalah maut bagi prasangka, kebencian, dan pikiran sempit.)

"Travel is fatal to prejudice, bigotry, and narrow-mindedness" berarti bahwa perjalanan dapat membantu kita menghilangkan prasangka dan pemikiran sempit.

Saat kita pergi ke tempat baru, kita bertemu dengan orang-orang yang berbeda, budaya yang berbeda, dan cara berpikir yang berbeda.

Ini membantu kita untuk memahami dan menghargai perbedaan, sehingga mengurangi kebencian atau prasangka.

Pelafalan: (Travel is fatal to prejudice) /trævəl ɪz ˈfeɪtl tu ˈprɛdʒʌs/ Contohnya, jika seseorang hanya pernah tinggal di satu kota kecil, mereka mungkin berpikir bahwa semua orang dari kota lain adalah sama.

Tetapi ketika mereka melakukan perjalanan ke kota yang berbeda dan bertemu dengan orang-orang baru, mereka dapat melihat bahwa setiap orang memiliki cerita dan pengalaman unik.

Jadi, dalam perjalanan, kita belajar untuk tidak menghakimi orang berdasarkan asal mereka.

Pelafalan: (Prejudice and narrow-mindedness) /ˈprɛdʒʊdɪs ənd ˈnɛroʊˈmaɪndədnɪs/ Misalnya, jika kita mengunjungi negara lain dan berinteraksi dengan penduduk lokal, kita mungkin menemukan bahwa mereka memiliki cara hidup yang berbeda tetapi sangat menarik.

Ini dapat mengubah pandangan kita dan membuat kita lebih terbuka.

Pelafalan: (Open-mindedness) /ˈoʊpənˈmaɪndədnɪs/ Dengan melakukan perjalanan, kita tidak hanya belajar tentang dunia, tetapi juga tentang diri kita sendiri.

Kita menjadi lebih toleran dan menghargai keragaman.

Itulah sebabnya perjalanan sangat penting untuk mengurangi prasangka dan kebencian.

Pelafalan: (Understanding and tolerance) /ˌʌndərˈstændɪŋ ənd ˈtɔlərəns/ Jadi, ketika kita melakukan perjalanan, kita bisa menjadi orang yang lebih baik dan lebih bijaksana.