Happiness is a journey, not a destination. (Kebahagiaan adalah perjalanan, bukan tujuan.)
"Happiness is a journey, not a destination." (Kebahagiaan adalah perjalanan, bukan tujuan.) Artinya, kebahagiaan tidak hanya didapatkan ketika kita mencapai sesuatu, tapi juga dalam proses yang kita lalui setiap hari.
Contoh dalam hidup sehari-hari: 1. Misalnya, ketika kita belajar sesuatu yang baru, seperti bermain alat musik.
Proses belajar itu sendiri, dengan semua tantangan dan keberhasilan kecil, bisa membuat kita bahagia.
Jadi, saat kita berlatih, kita harus menikmati setiap langkah, bukan hanya menunggu saat kita bisa memainkan lagu yang sulit.
- Pelafalan: "Miswa, ketikah kita belaja, sesatu yang baru, seperti berlanjot alat musik, proeses belaja itu sendir, bisa membuat kita bahagia." 2. Contoh lain adalah perjalanan liburan.
Terkadang, kita terlalu fokus pada tempat yang ingin kita kunjungi.
Padahal, senyum dan tawa dengan teman atau keluarga selama perjalanan menuju tempat itu adalah bagian penting dari kebahagiaan.
- Pelafalan: "Senim dan tawa, deh teman atau keluarga, selam perjalanan, itu bagian penting dari kebahagiaan." Jadi, maksudnya adalah kita harus menghargai setiap momen dalam hidup kita.
Kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil, seperti berbagi dengan orang lain, bersyukur, atau bahkan dari pengalaman sehari-hari seperti berjalan-jalan di taman.
- Pelafalan: "Kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-har kecil, seperti berbagi dengan orang lain, bersyukur, atau pengalaman sehari-hari." In essence, "Happiness is a journey, not a destination" reminds us to enjoy life as we go along because happiness can be found in every step of our journey.
- Pelafalan: "Happiness, is a journey, not a destination, reminds us, to enjoy life, as we go along."