Erst zuhören, dann reden, das ist der Schlüssel zur Verständigung.
'Erst zuhören, dann reden, das ist der Schlüssel zur Verständigung.' berarti 'Dengarkan dulu, baru berbicara, itu adalah kunci untuk komunikasi.' dalam bahasa Indonesia.
Mari kita bahas kalimat ini secara lebih mendetail.
1. Erst zuhören (Erst [ɛʁst] = pertama, zuhören [ˈtsuːhœʁən] = mendengarkan) Pentingnya mendengarkan sebelumnya adalah untuk memahami apa yang dikatakan oleh orang lain.
Misalnya, jika teman Anda bercerita tentang pengalaman mereka, Anda perlu mendengarkan dengan baik agar dapat merespons dengan tepat.
Contohnya: - Teman Anda berkata, "Ich habe gestern ein interessantes Buch gelesen." (Saya membaca buku yang menarik kemarin.) - Jika Anda mendengar dengan baik, Anda bisa menjawab, "Worüber geht es in dem Buch?" (Apa yang dibahas di buku itu?) 2. Dann reden (Dann [dan] = kemudian, reden [ˈʁeːdn̩] = berbicara) Setelah mendengarkan, saatnya untuk berbicara.
Penting untuk memberi tanggapan yang relevan berdasarkan informasi yang diperoleh dari orang lain.
Misalnya, setelah mendengarkan teman, Anda bisa berbagi pendapat Anda: - "Ich denke, dass das Buch sehr spannend ist!" (Saya pikir bukunya sangat menarik!) 3. Das ist der Schlüssel zur Verständigung (Das ist [das ɪst] = itu adalah, der Schlüssel [deːɐ̯ ˈʃlʏsl̩] = kunci, zur Verständigung [tsuːʁ fɛɐ̯ˈʃtɛndɪɡʊŋ] = untuk komunikasi) Ini menunjukkan bahwa mendengarkan dan kemudian berbicara adalah kunci untuk berkomunikasi dengan baik.
Jika kita melakukannya, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dan lebih saling memahami.
Jadi, jika Anda berlatih dengan cara ini, Anda bisa berkomunikasi dalam bahasa Jerman lebih efisien.
Contohnya jika Anda berada dalam kelas bahasa Jerman: - Guru: "Was hast du am Wochenende gemacht?" (Apa yang kamu lakukan akhir pekan lalu?) - Anda mendengarkan dengan cermat, lalu menjawab, "Ich habe meine Familie besucht." (Saya mengunjungi keluarga saya.) Dengan cara ini, 'Erst zuhören, dann reden' membantu kita untuk menjadi komunikator yang lebih baik.