¿Cómo se enseña la cultura en las escuelas indonesias? Se enseña historia y tradiciones locales para fomentar el orgullo cultural.
Di Indonesia, "la cultura" (lah kool-too-rah) diajarkan di sekolah melalui pelajaran "historia y tradiciones locales" (ees-toh-ree-ah ee tra-dee-syo-nes lo-ka-les).
Misalnya, anak-anak belajar tentang "pakaian tradisional" (pah-kai-an tra-dee-syo-nal) seperti "baju kurung" (bah-joo koo-roong) di Sumatera atau "batik" (bah-teek) di Jawa.
Ini membantu mereka "fomentar el orgullo cultural" (fo-men-tar el or-gool-yoh kool-too-ral) karena mereka merasa bangga dengan warisan mereka.
"Los estudiantes" (lohs es-too-dee-an-tes) juga diajarkan "mitos y leyendas" (mee-tos ee leh-yen-das) dari daerah mereka.
Contohnya, di Bali, ada cerita tentang "Barong" (bah-rong) yang melambangkan kebaikan.
Dengan cara ini, siswa belajar tentang nilai-nilai dan "celebraciones" (seh-leh-bra-syo-nes) budaya mereka, seperti "Hari Raya" (ha-ree ra-ya) dan "Tahun Baru" (tah-oon bah-roo).
Jadi, pendidikan budaya di Indonesia "fortalece" (for-ta-leh-seh) identitas siswa dan mengajarkan mereka untuk menghargai "su cultura" (soo kool-toor-ah).