You can’t pour from an empty cup. Kamu tidak bisa menuang dari cangkir yang kosong.
"You can’t pour from an empty cup" (yu kæn’t pɔr frʌm æn ɛmpti kʌp) adalah sebuah ungkapan yang berarti kita tidak bisa memberikan atau membantu orang lain jika kita sendiri tidak memiliki energi atau sumber daya yang cukup.
Dalam bahasa Indonesia, ini bisa diartikan "Kamu tidak bisa menuang dari cangkir yang kosong." Konsep ini menekankan pentingnya merawat diri sendiri sebelum membantu orang lain.
Misalnya, jika seseorang merasa sangat lelah dan stres (stress), dia tidak akan dapat memberikan dukungan yang baik kepada teman atau keluarga.
Saat kita tidak dalam keadaan baik, sulit untuk menjadi sumber kebahagiaan (happiness) atau dukungan untuk orang lain.
Contohnya: 1. Jika seseorang bekerja keras dan mengabaikan kebutuhan istirahatnya, dia mungkin merasa mudah marah atau tidak sabar.
(when someone works hard and ignores their need for rest, they might feel irritable or impatient).
2. Ketika kita menjaga kesehatan mental dan fisik kita, kita bisa lebih baik dalam membantu teman yang butuh dukungan.
(when we take care of our mental and physical health, we can better support friends who need help).
Jadi, penting untuk "fill your own cup" (memenuhi cangkirmu sendiri) dengan hal-hal yang membuat kita bahagia dan sehat, seperti beristirahat, berolahraga, atau melakukan hobi (hobbies) yang kita cintai.
Hanya dengan begitu, kita bisa "pour into others" (menuang untuk orang lain) dengan cara yang positif dan bermanfaat.