2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | German

Gibt es Tempel, die ich besuchen sollte? Ja, der Besakih-Tempel ist sehr bekannt.

Tentu! Mari kita bahas kalimat "Gibt es Tempel, die ich besuchen sollte? Ja, der Besakih-Tempel ist sehr bekannt." secara rinci.

Dalam kalimat pertama, "Gibt es Tempel, die ich besuchen sollte?" yang berarti "Apakah ada kuil yang harus saya kunjungi?" Pelafalan: [gipt es tempel di: ikh bezu:khɛn zolte].

- *Gibt es* berarti "Apakah ada".

- *Tempel* berarti "kuil".

- *die ich besuchen sollte* berarti "yang harus saya kunjungi".

Contoh penggunaan: Jika kamu berada di Bali, kamu bisa bertanya, "Gibt es Tempel, die ich besuchen sollte?" untuk mendapatkan saran tentang kuil yang menarik.

Kalimat kedua, "Ja, der Besakih-Tempel ist sehr bekannt." artinya "Ya, Kuil Besakih sangat terkenal." Pelafalan: [ja: de:r beza:kiʃ tempel ist ze:ɐ bəˈka:nt].

- *Ja* berarti "Ya".

- *der Besakih-Tempel* adalah nama kuil yang terkenal di Bali.

- *ist sehr bekannt* berarti "sangat terkenal".

Contoh penggunaan: Setelah mendapatkan informasi, kamu bisa berkata, "Ja, der Besakih-Tempel ist sehr bekannt," ketika orang lain bertanya tentang kuil terbaik di Bali.

Jadi, jika kamu ingin berbicara tentang kuil yang harus dikunjungi, kamu bisa menggunakan struktur kalimat ini dengan menanyakan dan memberikan informasi tentang kuil yang terkenal.