Hope for the best, prepare for the worst. Harap yang terbaik, persiapkan yang terburuk.
"Hope for the best, prepare for the worst" adalah sebuah ungkapan yang berarti kita harus berharap hal-hal baik terjadi, tetapi juga harus siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Dalam bahasa Indonesia, ini bisa diartikan sebagai "Harap yang terbaik, persiapkan yang terburuk." (ˈhɑːp fɔːr ðə bɛst, pəˈprɛər fɔːr ðə wɜːrst).
Contoh dalam situasi sehari-hari: Bayangkan kamu akan mengikuti ujian penting.
Kamu sebaiknya: 1. "Hope for the best" (harapkan yang terbaik) dengan belajar dengan giat dan percaya diri bahwa kamu akan mendapatkan nilai yang baik.
(hɑːp fɔːr ðə bɛst) 2. "Prepare for the worst" (persiapkan yang terburuk) dengan mempersiapkan diri untuk kemungkinan tidak bisa mengerjakan semua soal, atau jika ada soal yang sulit.
Misalnya, kamu bisa belajar dengan teman atau mencari tahu tentang soal yang mungkin muncul.
(pəˈprɛər fɔːr ðə wɜːrst) Jadi, ungkapan ini mengajarkan kita untuk optimis tetapi juga realistis.
Kita berharap yang terbaik tetapi juga tidak mengabaikan kemungkinan yang tidak menyenangkan.