No hay peor ciego que el que no quiere ver. Tidak ada buta yang lebih parah daripada yang tidak mau melihat.
"No hay peor ciego que el que no quiere ver" adalah ungkapan dalam bahasa Spanyol yang berarti "Tidak ada buta yang lebih parah daripada yang tidak mau melihat." Dalam konteks ini, ungkapan ini menggambarkan orang-orang yang mengabaikan kebenaran atau kenyataan meskipun mereka mampu untuk melihat atau memahami situasinya.
Dalam pelafalan, ungkapan ini terdengar seperti: /no ai peor si-gô ke el ke no kwye-re ver/.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Misalnya, jika seseorang di sekitar Anda terus mengabaikan masalah dalam hubungannya, padahal semua orang bisa melihat bahwa hubungan itu tidak sehat, Anda bisa mengatakan bahwa "No hay peor ciego que el que no quiere ver," untuk menunjukkan bahwa orang tersebut memilih untuk tidak melihat kenyataan.
Begitu juga, dalam bahasa Indonesia, kita sering melihat orang yang tidak mau menerima fakta-fakta yang ada, seperti seorang siswa yang tidak belajar tetapi berharap untuk mendapatkan nilai tinggi.
Ini menunjukkan bahwa mereka juga mengalami keadaan "buta" karena tidak mau melihat kenyataan bahwa usaha diperlukan untuk mencapai hasil.
Pelafalan untuk kalimat ini dalam bahasa Indonesia: /tidak ada bu-ta yang le-bih parah da-ri pada yang tidak mau melihat/.
Dengan demikian, ungkapan ini mengajarkan kita tentang pentingnya menyadari dan menghadapi kenyataan, daripada menutup mata dan memilih untuk tidak melihat apa yang ada di depan kita.