O passado é um lugar de referência, não de residência. Masa lalu adalah tempat referensi, bukan tempat tinggal.
"O passado é um lugar de referência, não de residência." (O pah-sah-do eh um loo-gar de he-fe-ren-cia, nao de he-si-den-ci-a) berarti bahwa masa lalu seharusnya dianggap sebagai sumber pelajaran dan pengalaman, bukan tempat untuk tinggal atau berlarut-larut.
Contohnya, ketika seseorang mengalami kegagalan, penting untuk belajar dari situasi tersebut, bukan terus-menerus merasa sedih atau terjebak di dalamnya.
Di dalam bahasa Portugis, kita bisa mengatakan, "Aprenda com seus erros." (Apren-da com seu-ehs eh-rros) yang berarti "Belajarlah dari kesalahanmu." Hal ini juga bisa dilihat dalam cara kita mengingat kenangan baik.
Misalnya, kita dapat menyimpan kenangan bahagia dan mengingatnya, tetapi tidak seharusnya kita terjebak dalam kenangan itu sehingga mengabaikan masa kini.
Dalam konteks ini, kita bisa berkata, "Viva o presente." (Vee-va o pre-zen-te) yang berarti "Hiduplah di masa kini." Dengan cara ini, kita menghargai masa lalu sebagai bagian dari hidup kita, tetapi tetap fokus pada saat sekarang dan masa depan.