2026 sangseek.com selection: restaurants & cafes
Have a look if you are looking for a recently opened hotel

Indonesian | German

Der Mensch denkt, Gott lenkt. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.

"Der Mensch denkt, Gott lenkt" adalah pepatah yang berarti "Manusia berencana, Tuhan yang menentukan." Artinya, meskipun kita bisa membuat rencana, hasil akhirnya tetap berada di tangan Tuhan.

Ini menunjukkan bahwa ada batasan dalam kekuasaan manusia dan pentingnya menyerahkan hasil kepada yang lebih besar.

Untuk lebih memahami, mari kita lihat contoh sederhana.

Misalnya, seseorang ingin pergi berlibur.

Dia membuat rencana seperti: - Tempat yang ingin dikunjungi (der Ort, [de:r o:t]) - Tanggal keberangkatan (das Datum, [das da:tʊm]) - Anggaran biaya (das Budget, [das byʒɛː]) Namun, cuaca bisa berubah, penerbangan mungkin dibatalkan, atau alasan lain bisa membuat rencana itu gagal.

Ini merupakan contoh dari "Der Mensch denkt" (Manusia berencana) — dia sudah memikirkan semua detailnya, tetapi "Gott lenkt" (Tuhan yang menentukan) menunjukkan bahwa hal-hal di luar kendali kita bisa terjadi.

Pelafalan dari kalimat pentingnya adalah: - "Der Mensch denkt, Gott lenkt." [de:r mɛnʃ dɛŋkt, ɡɔt lɛŋkt] - "Manusia berencana, Tuhan yang menentukan." [maˈnuʃia bərɛnˈtʃana, ˈtuːhan jaŋ mɛnənˈtukan] Dengan demikian, kita belajar bahwa dalam hidup, kita harus berusaha dan merencanakan, tetapi juga harus bersiap untuk segala kemungkinan yang ditentukan oleh Tuhan.

Ini adalah pelajaran tentang kesabaran dan penerimaan.