Besser spät als nie. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
"Besser spät als nie" (pelafalan: /ˈbɛsɐ ˈʃpeːt als niː/) adalah sebuah peribahasa dalam bahasa Jerman yang berarti “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” dalam bahasa Indonesia.
Ini mengandung makna bahwa lebih baik melakukan sesuatu meskipun terlambat daripada tidak melakukannya sama sekali.
Contoh dalam konteks sehari-hari: Jika seseorang terlambat datang ke sebuah acara, misalnya, "Ich bin spät zur Party gekommen, aber besser spät als nie." (Pelafalan: /ɪç bɪn ʃpeːt tsuː ˈpaʁtiː kəˈkɔmən, ˈaːbɐ ˈbɛsɐ ʃpeːt als niː/).
Dalam hal ini, orang tersebut menyatakan bahwa walaupun mereka datang terlambat, hadir adalah lebih baik dibandingkan dengan tidak datang sama sekali.
Di dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi seperti ini.
Misalnya, jika seseorang menyelesaikan tugas mereka meskipun sudah mepet deadline, mereka bisa mengatakan "Es ist wichtig, die Aufgabe zu beenden - besser spät als nie." (Pelafalan: /ɛs ɪst ˈvɪçtɪx, diː ˈaʊfɡaːbə tsuˈbeˌɛndən - ˈbɛsɐ ˈʃpeːt als niː/).
Artinya, "Penting untuk menyelesaikan tugas tersebut - lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." Intinya, frasa ini mengajarkan kita bahwa tindakan, meskipun terlambat, masih lebih baik daripada tidak melakukan apapun.