Die Liebe ist blind. Cinta itu buta.
"Die Liebe ist blind" (dii liibe ist blint) adalah ungkapan dalam bahasa Jerman yang berarti "Cinta itu buta" dalam bahasa Indonesia.
Ungkapan ini mengandung makna bahwa ketika seseorang jatuh cinta, mereka seringkali tidak dapat melihat kekurangan atau masalah yang ada pada pasangannya.
Misalnya, jika seseorang mencintai orang lain, mereka mungkin tidak menyadari bahwa pasangannya memiliki sifat buruk, seperti mudah marah atau egois.
Ini terjadi karena cinta dapat membuat orang merasa sangat terikat dan bahagia, sehingga mereka mengabaikan hal-hal negatif.
Contoh: 1. Juan liebt Maria, obwohl sie oft unfreundlich ist.
(Juan mencintai Maria, meskipun dia sering kali tidak ramah.) 2. Lisa sagt, "Ich sehe keine Fehler in meinem Freund." (Lisa berkata, "Saya tidak melihat kesalahan pada pacar saya.") Dalam konteks ini, kita dapat melihat bahwa cinta sering kali membuat kita melihat dunia dari sudut pandang yang positif, sehingga kita mungkin mengabaikan kenyataan yang tidak menyenangkan.
Pelafalan untuk contoh: - "Juan liebt Maria" (Yuan liibt Maria) - "Ich sehe keine Fehler in meinem Freund" (ikh zeehe kaina fehlar in maine freund).
Kesimpulannya, ungkapan "Die Liebe ist blind" menggambarkan bagaimana cinta dapat membuat seseorang mengabaikan kenyataan dan fokus pada perasaan yang indah, meskipun itu bisa berakibat negatif di kemudian hari.