Wenn du deinen Traum leben willst, lass deine Ängste zurück. Jika Anda ingin menjalani impian Anda, tinggalkan ketakutan Anda.
"Wenn du deinen Traum leben willst, lass deine Ängste zurück" ini berarti "Jika Anda ingin menjalani impian Anda, tinggalkan ketakutan Anda." Mari kita jelaskan lebih lanjut.
Kata "wenn" (pelafalan: ven) artinya "jika".
Ini adalah kata untuk menyatakan kondisi.
Contoh: "Wenn es regnet, bleiben wir zu Hause." (Jika hujan, kita tetap di rumah.) Selanjutnya, "du" (pelafalan: du) berarti "kamu".
Dalam konteks ini, kita berbicara langsung kepada seseorang.
Contoh: "Du bist mein Freund." (Kamu adalah temanku.) Kemudian, "deinen Traum" (pelafalan: dainen tra-um) berarti "impianmu".
"Traum" itu sangat penting karena setiap orang memiliki impian.
Misalnya, "Mein Traum ist es, Lehrer zu werden." (Impian saya adalah menjadi guru.) Setelah itu, "leben" (pelafalan: le-ben) berarti "hidup" atau "menjalani".
Dalam kalimat ini, kita berbicara tentang menjalani impian.
Contoh: "Ich möchte ein glückliches Leben leben." (Saya ingin menjalani hidup yang bahagia.) "Lass deine Ängste zurück" (pelafalan: las dain-e eng-stuh ze-ruk) artinya "tinggalkan ketakutanmu".
"Ängste" berarti "ketakutan".
Ketakutan bisa menghalangi kita untuk mencapai impian.
Misalnya, "Ich habe Angst vor Höhen." (Saya takut pada ketinggian.) Jadi, keseluruhan kalimat ini mengajak kita untuk tidak membiarkan ketakutan menghentikan kita dari mengejar apa yang kita impikan.
Sebagai contoh, jika kamu ingin menjadi seorang seniman, meskipun kamu merasa takut gagal, penting untuk "lass deine Ängste zurück" agar bisa "leben deinen Traum." Ingatlah, setiap orang memiliki ketakutannya masing-masing.
Namun, dengan keberanian, kita bisa melewatinya.
Juga, jangan lupa: "Es ist wichtig, an sich selbst zu glauben." (Penting untuk percaya pada diri sendiri.)