L'amour est aveugle Cinta itu buta
"L'amour est aveugle" adalah ungkapan dalam bahasa Prancis yang berarti "Cinta itu buta" dalam bahasa Indonesia.
Ini menggambarkan bahwa ketika seseorang jatuh cinta, mereka sering kali tidak melihat kekurangan atau negatif dari orang yang mereka cintai.
Pelafalan : [la-muhr eh avöngl] Contoh dalam konteks: Misalnya, seorang wanita jatuh cinta pada pria yang kurang baik.
Meskipun teman-temannya memperingatkan dia tentang perilaku pria itu, dia tetap tidak melihat hal tersebut.
Ini menunjukkan bahwa cinta bisa membuat seseorang tidak menyadari fakta-fakta buruk atau menyimpulkan keburukan.
Contoh dalam kalimat : - "Quand tu es amoureux, tu ne vois que le bon." (Ketika kamu jatuh cinta, kamu hanya melihat yang baik.) - "L'amour est aveugle, donc fais attention à qui tu choisis." (Cinta itu buta, jadi hati-hati dengan siapa yang kamu pilih.) Pelafalan : [kan tü eh amuhrö, tü nu vwa ke le bohn] Pelafalan : [la-muhr eh avöngl, donk fèz atãsyõ a ki tü shwazi] Cinta bisa membuat seseorang mengabaikan aspek-aspek negatif dari hubungan, dan ungkapan ini sering dipakai untuk mengingatkan kita agar lebih hati-hati ketika jatuh cinta.