The pen is mightier than the sword. Pena lebih kuat dari pedang.
'The pen is mightier than the sword' atau 'Pena lebih kuat dari pedang' adalah sebuah peribahasa yang berarti bahwa tulisan dan komunikasi bisa memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dengan kekerasan atau kekuatan fisik.
Penjelasan dalam Bahasa Indonesia: Peribahasa ini mengajarkan kita bahwa ide dan tulisan dapat mengubah dunia dan mempengaruhi orang lain lebih efektif daripada menggunakan kekuatan.
Misalnya, seorang penulis yang menulis buku atau artikel tentang perdamaian dapat menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik, lebih dari seorang tentara yang menggunakan pedang untuk berperang.
Contoh dalam kalimat: 1. "A great book can change minds." (Sebuah buku yang hebat dapat mengubah pikiran.) 2. "Leaders should use words, not weapons." (Pemimpin seharusnya menggunakan kata-kata, bukan senjata.) Pelafalan: - "The pen is mightier than the sword." = [ðə pɛn ɪz maɪtɪər ðæn ðə sɔrd] - "Pena lebih kuat dari pedang." = [pɛna ləbi kuˈat daɾi pəˈdaŋ] Explanation in English: This proverb teaches us that ideas and writing can change the world and influence others more effectively than using physical force.
For example, a writer who creates a book or an article about peace can inspire many people to do good, much more than a soldier who uses a sword to fight.
Example in a sentence: 1. "A great book can change minds." 2. "Leaders should use words, not weapons."