Travel is glamorous only in retrospect. Perjalanan tampak glamor hanya dalam ingatan.
"Travel is glamorous only in retrospect" artinya bahwa pengalaman bepergian sering kali terlihat lebih indah atau glamor ketika kita mengenangnya, bukan saat kita mengalaminya.
Kadang-kadang, saat kita berpergian, kita menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang tidak menyenangkan, tetapi ketika kita sudah kembali, kita hanya ingat momen-momen indah.
Contoh : Misalnya, ketika kamu pergi ke pantai, cuaca sangat panas dan kamu kehabisan air.
(The weather is very hot and you run out of water) Tapi setelah beberapa bulan, ketika kamu melihat foto di pantai, kamu ingat hanya saat-saat menyenankan berjemur dan bermain di air.
(You remember only the fun times sunbathing and playing in the water) Pelafalan: - "Travel is glamorous only in retrospect." (Tre-vuhl iz glam-er-uhs ohn-lee in ree-tro-spekt) - "Kadang-kadang kita menghadapi tantangan." (Kah-dang kah-dang kita men-hah-dah-pee tan-tang-an) - "Setelah beberapa bulan." (Se-telah bu-ber-ah bu-lan) Dengan cara ini, perjalanan yang awalnya sulit menjadi kenangan yang indah.
(This way, a trip that was initially difficult becomes a beautiful memory.)