We travel not to escape life, but for life not to escape us. Kita berpergian bukan untuk melarikan diri dari hidup, tetapi agar hidup tidak melarikan diri dari kita.
"We travel not to escape life, but for life not to escape us." ("Kita berpergian bukan untuk melarikan diri dari hidup, tetapi agar hidup tidak melarikan diri dari kita.") Penjelasan: Frasa ini menjelaskan bahwa tujuan dari traveling (berpergian) bukan untuk menghindari kenyataan hidup atau masalah yang kita hadapi, tetapi untuk mengalami dan menikmati hidup dengan lebih baik.
Contoh: Misalnya, jika seseorang merasa stres dengan pekerjaan (job stress), mungkin mereka pergi berlibur ke pantai.
Tujuan mereka bukan hanya untuk lari dari pekerjaan, tetapi untuk mendapatkan pengalaman baru, bertemu orang baru, (meet new people), dan menikmati keindahan alam agar hidup mereka terasa lebih berwarna dan berharga.
Pelafalan: "We travel not (wi trɛvəl nɑt) to escape (tu ɪˈskeɪp) life (laɪf), but for (bʌt fɔr) life (laɪf) not (nɑt) to escape (tu ɪˈskeɪp) us (ʌs)." Di sisi lain, traveling juga mengajarkan kita berbagai budaya dan cara hidup yang berbeda.
Ketika kita memasuki tempat-tempat baru, kita belajar menghargai kehidupan itu sendiri.
Pelafalan: "Kita berpergian (ˈkita bərˈpərɪɡiən) bukan untuk (bukan ˈuntuk) melarikan diri (məlɑrikan ˈdiri) dari hidup (dari ˈhidup), tetapi (tapiˈt) agar hidup (ˈagar ˈhidup) tidak melarikan diri dari kita (tidak məlɑrikan ˈdiri dari ˈkita)." Jadi, traveling membantu kita untuk "live life to the fullest" (hidupi hidup dengan sepenuhnya) dan tidak menyia-nyiakan waktu kita.
Pelafalan: "Jadi (ˈjadi), traveling (ˈtrævəlɪŋ) membantu kita (hɛlˈpʊ ˈkitə) untuk live (tu lɪv) life (laɪf) to the fullest (tu ðə ˈfʊlɪst) dan tidak (dan ˈtidak) menyia-nyiakan waktu (mənjɪ ənˈjakin ˈwaɪtu) kita."