Take only memories, leave only footprints. Ambil hanya kenangan, tinggalkan hanya jejak.
"Take only memories, leave only footprints." adalah sebuah ungkapan yang berarti kita harus menikmati pengalaman, tetapi tidak merusak alam atau lingkungan di sekitar kita.
Dalam bahasa Indonesia, ini bisa diartikan sebagai "Ambil hanya kenangan, tinggalkan hanya jejak." Pelafalan: - Take only memories: [teɪk ˈoʊnli ˈmɛməriz] - Leave only footprints: [liːv ˈoʊnli ˈfʊtprɪnts] - Ambil hanya kenangan: [ˈambil ˈhanya kənɑŋan] - Tinggalkan hanya jejak: [tɪŋˈgɑŋkən ˈhanya dʒeˈdʒak] Kita harus berusaha menjaga tempat-tempat yang kita kunjungi agar tetap bersih dan aman.
Misalnya, saat kita hiking di gunung, kita bisa mengambil foto (take photos) untuk mengenang pengalaman itu, tetapi kita tidak boleh mengambil batu atau tanaman dari sana (not take rocks or plants).
Kita hanya meninggalkan jejak langkah kita di tanah, tanpa merusak lingkungan.
Contoh lain dalam kehidupan sehari-hari adalah saat kita pergi ke pantai.
Kita bisa membangun istana pasir (build sandcastles) dan bermain di laut, tetapi kita tidak boleh meninggalkan sampah (not leave trash) setelah kita pergi.
Dengan demikian, orang lain juga bisa menikmati pantai tersebut setelah kita.
Dengan mengikuti prinsip ini, kita bisa menghargai keindahan alam dan menjaga agar generasi berikutnya juga bisa menikmati pengalaman yang sama.
Jadi, prinsip ini mengajari kita tentang tanggung jawab saat kita menikmati dunia di sekitar kita.