Every stamp tells a story. Setiap prangko menceritakan sebuah cerita.
‘Every stamp tells a story’ berarti bahwa setiap prangko memiliki sejarah dan makna yang unik.
Dalam bahasa Indonesia, ini dapat diartikan sebagai 'Setiap prangko menceritakan sebuah cerita.' (Pelafalan: "Se-tiap prang-ko men-ceri-ta-kan se-buah se-ru-tuh.") Prangko biasanya digunakan untuk mengirim surat, tetapi mereka juga dapat merepresentasikan budaya, peristiwa sejarah, atau karakter khusus dari suatu tempat.
Setiap gambar pada prangko bisa menunjukkan sesuatu yang penting.
Misalnya, prangko yang menggambarkan bunga khas Indonesia seperti 'Rafflesia arnoldii' (Pelafalan: "Ra-flesi-a ar-nol-di") menunjukkan betapa kaya dan indahnya alam Indonesia.
Contoh lainnya, jika ada prangko dengan gambar pahlawan nasional, itu menceritakan tentang perjuangan orang tersebut untuk kemerdekaan (Pelafalan: "per-ju-ang-an or-ang te-r-se-bu-t un-tuk ke-mer-de-ka-an").
Jadi, setiap kali kita melihat prangko, kita bisa mempelajari informasi dan cerita dari gambar yang ada.
In English, we say that these stamps can tell us about the history of a country or a special event.
For example, a stamp from the United States showing the Statue of Liberty (Pelafalan: "Sta-tue of Li-ber-ty") tells us about freedom and immigration.
In conclusion, stamps are more than just pieces of paper for mailing.
They can connect us to history (Pelafalan: "his-to-ry") and culture (Pelafalan: "cul-ture").
Thus, it’s true that every stamp tells a story.