Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak Elefante na pálpebra, formiga do outro lado do mar.
Ungkapan "Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak" dalam bahasa Portuguese dan Indonesian menggambarkan suatu keadaan di mana seseorang tidak menyadari masalah atau kesalahan besar yang ada di dekatnya, tetapi mudah melihat masalah kecil yang jauh.
Dalam bahasa Portuguese ungkapan ini diucapkan sebagai "Elefante na pálpebra, formiga do outro lado do mar." Pelafalan: - Gajah: /ɡaʒah/ - di pelupuk mata: /di pəˈlupʊk ˈmata/ - tak tampak: /tak ˈtampak/ - semut: /seˈmut/ - di seberang lautan: /di seˈbɛraŋ lauˈtan/ - tampak: /ˈtampak/ - Elefante: /eleˈfãtʃi/ - na pálpebra: /na ˈpawbɛbra/ - formiga: /forˈmɪɡa/ - do outro lado do mar: /du ˈoutɾu ˈlaɾdu du maʁ/ Contoh: Misalnya, jika seseorang sangat fokus pada kesalahan kecil teman mereka, tetapi tidak menyadari bahwa mereka sendiri memiliki kebiasaan buruk yang lebih serius, maka ini adalah contoh dari ungkapan tersebut.
Dalam bahasa Portuguese, kita bisa mengatakan "Se uma pessoa critica pequenas falhas dos outros, mas ignora seus próprios problemas, ela está um 'elefante na pálpebra'".
Dengan pemahaman ini, ungkapan ini memperingatkan kita agar tidak mengabaikan masalah besar yang mungkin ada di kehidupan kita, sementara kita memperhatikan hal-hal kecil yang tidak signifikan.