Aprender é uma viagem, não um destino. Belajar adalah perjalanan, bukan tujuan.
“Aprender é uma viagem, não um destino.
” (Aprender eh uma ji-aem, nao um des-ti-nu) adalah ungkapan yang mengungkapkan bahwa proses belajar adalah serangkaian pengalaman dan eksplorasi, bukan hanya tentang mencapai hasil akhir atau tujuan tertentu.
Sebagai contoh, ketika kita belajar bahasa, kita tidak hanya fokus pada bisa berbicara dengan lancar (nao so fo-kus na si-bir barul com lan-k), tetapi juga menikmati setiap langkah dalam prosesnya, seperti mempelajari kosakata baru, memahami tata bahasa, dan berbicara dengan orang-orang baru.
Misalnya, jika kamu belajar palavras (kata-kata), kamu bisa menemukan arti dari “amor” (ah-mor - cinta) dan merasa senang saat bisa menggunakannya dalam kalimat.
Ini adalah bagian dari perjalananmu.
Belajar juga dapat membuat kita mengalami kesalahan.
Seperti jika kamu salah mengucapkan “obrigado” (o-bri-ga-do - terima kasih), itu adalah bagian dari learning journey (perjalanan belajar) dan memberikanmu kesempatan untuk belajar dari kesalahan tersebut.
Penting untuk diingat bahwa setiap pengalaman menambah pena-getahuanmu dan membuatmu menjadi lebih baik di masa depan.
Jadi, ketika kamu belajar, ingatlah bahwa tujuan akhir hanya satu aspek kecil dari keseluruhan pengalaman.
Enjoy the process (nikmati prosesnya) dan jangan terburu-buru untuk mencapai hasil akhir.
Teruslah berjalan di jalur ini, dan ingatlah: “a verdadeira riqueza está na jornada” (a ver-da-di-ra re-ki-za sta na jor-na-da).